WELCOME IN _=SEKAYU_COMMUNITY=_

Rabu, 11 Juli 2012

Restoran Sajikan Menu Daging Satwa Liar Dikecam

DENPASAR - Masyarakat diminta hati-hati, pasalnya tak sedikit restoran di Bali menjajakan menu daging satwa liar.
 
Kini gerakan untuk menolak pemanfaatan daging satwa liar terus disuarakan seperti dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan organisasi pemerhati satwa, ProFauna.

“Kami mengajak masyarakat dan wisatawan yang datang ke Bali agar tidak mengonsumsi daging satwa liar, karena akan turut memicu kepunahan satwa liar di Bali,” ujar Koordinator ProFauna Bali Representative, Jatmiko Wiwoho, Rabu (11/7/2012).

Jatmiko menyebut, daging satwa liar yang disajikan di restoran, di antaranya monyet, trenggiling, penyu, lutung, ular, biawak, dan landak.

ProFauna juga melansir survei di sejumlah daerah di Indonesia. Hasilnya diketahui ada sekira 50 restoran di seluruh Indonesia, termasuk di Bali yang menyajikan menu daging satwa liar. Selain Bali, beberapa kota di Jawa juga ada yang menyajikan daging satwa liar, seperti Surabaya, Malang, Jakarta, Yogyakarta. Sementara di Sumatera terdapat di Palembang dan Medan.

Di Bali sendiri, Jatmiko menyebut ada 10 restoran yang tersebar di Denpasar, Badung, dan Tabanan.

Dia mengakui satwa liar yang dijadikan makanan itu belum termasuk dilindungi. Namun, dia mengkhawatirkan penangkapan besar-besaran satwa liar di alam bebas akan terus berlangsung hingga menyebabkan kepunahan.

Dia mengimbau masyarakat untuk tidak menyantap daging-olahan satwa liar. “Caranya dengan tidak membeli daging satwa liar yang disajikan di restoran,” tegasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar